Showing posts with label Berita Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Berita Indonesia. Show all posts

Monday, May 20, 2013

Romo Magnis Protes Keras “Award” untuk SBY

elisabeth alfrida ====>  Kritik atas rencana pemberian penghargaan ‘World Statesman’ oleh The Appeal of Conscience Foundation (ACF), lembaga di AS, kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terus menguat. Kini giliran Franz Magnis-Suseno yang protes keras atas rencana pemberian award untuk toleransi itu pada akhir Mei ini.
Romo Magnis, sapaan pastor dan profesor filsafat itu, merasa terhina dengan penghargaan yang akan diberikan kepada SBY.
“Saya merasa ini sangat tidak wajar, luar negeri memberi award for tolerance, di saat tindakan-tindakan intoleransi merajalela di negeri ini. Saya merasa terhina dengan tawaran seperti itu,” kata Romo Magnis Suseno seperti dikutip merdeka.com, Kamis (16/5).
Soal pendapat pihak Istana bahwa kasus intoleransi di Indonesia kecil dan tidak bisa digeneralisir, Romo Magnis sama sekali tidak setuju. Menurut catatan dia, sudah ada enam orang terbunuh karena kasus kekerasan atas nama agama.
“Tiga dari Ahmadiyah, dan tiga dari Syiah. Dan itu tidak kecil,” tegas guru besar Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara ini.

Perihal Pemberian Penghargaan kepada Presiden RI

elisabeth alfrida ====> Sebuah penjelasan yang masuk akal mengenai rencana pemberian penghargaan kepada presiden RI Susilo Bambang Yudoyono oleh ACF (Appeal of Conscience Foundation ).
Rencana penghargaankepada bapak SBY telah memunculkan kontroversi di Indonesia mengingat beberapa tahun terakhir ini negara kita diwarnai dengan konflik yang bersifat keagamaan.

Sebagai orang yang dekat dengan Rabbi Marc Schneier anak dari pendiri ACF Rabbi Arthur Schneier, Ustadz Shamsi Ali memberikan penjelasan perihal kontroversi atas award tersebut sbb:


Perihal Pemberian Penghargaan kepada Presiden RI
Oleh: M. Shamsi Ali

Di tengah berbagai hiruk pikuk politik di tanah air, termasuk keributan mengenai korupsi dagang daging sapi, masyarakat kita kini dilanda kegatalan sesaat menanggapi rencana pemberian penghargaan negarawan dunia 2013 atau ‘World Statesman Award’ kepada Presiden SBY oleh sebuah organisasi yang bermarkas di kota New York, Appeal of Conscience Foundation (ACF) tanggal 30 Mei mendatang.

Saya ingin perjelas di awal tulisan ini bahwa saya bukan tidak setuju dengan 'concerns' teman-teman tentang adanya gesekan-gesekan atau bahkan kekerasan-kekerasan antar komunitas beragama di Indonesia. Tidak juga mengingkari ketidak sempurnaan pemerintah, dan khususnya para penegak hukum, dalam upaya menangani kekerasan-kekerasan itu. Bahkan dalam beberapa kesempatan telah saya sampaikan kekecewaan, dan bahkan rasa malu saya sebagai anak bangsa, khususnya dalam kaitan dengan keaktifan saya dalam membangun hubungan dan kerjasama antar umat beragama di Amerika Serikat.

Kontroversi Pemberian Penghargaan untuk Presiden SBY

elisabeth alfrida ====> Sejumlah kalangan di Indonesia, termasuk kelompok minoritas, memrotes pemberian penghargaan kepada Presiden Yudhoyono, oleh sebuah yayasan AS, Appeal of Conscience Foundation akhir Mei ini di New York

WASHINGTON DC — Akhir bulan Mei nanti sebuah lembaga yang mempromosikan perdamaian, demokrasi dan toleransi serta dialog antar kepercayaan yang berpusat di New York, akan menganugerahkan “Penghargaan Negarawan Dunia 2013” kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Sejumlah kalangan di Indonesia – termasuk kelompok minoritas – memrotes pemberian penghargaan ini. Menteri Luar Negeri Indonesia yang ditemui VOA di Washington menilai ini sebagai “ironi”.

Frans Magnis Suseno mengatakan, “Saya seorang pastor Katholik dan profesor filsafat di Jakarta. Di Indonesia kami mengetahui bahwa anda akan memberikan hadiah negarawan dunia tahun ini kepada Presiden kami – Susilo Bambang Yudhoyono – oleh karena jasa-jasanya dalam kaitan toleransi beragama. Ini sangat memalukan, sangat memalukan bagi anda. Ini mendiskreditkan seluruh klaim anda sebagai lembaga yang bertujuan moral”.